Nama Membentuk Karakter Seseorang atau Karakter Membentuk Sebuah Nama?


Seberapa pentingkah kita mengetahui seseorang yang telah memberikan kita nama? Dari siapakah nama saya?. Orang tua saya bilang kalau nama saya adalah gabungan dari pemberian mereka dan  usulan dari Paman juga. Namun saya masih ragu karena notabene saya adalah anak angkat. Sampai sekarang pun saya belum menemukan jawaban yang asli karena sudah lama sekali saya tak bertemu ibu kandung saya dan mendapatkan kejelasan tentang hal tersebut. Namun itu tak membuat saya sedih karena yang terpenting adalah saya mempunyai sebuah  nama yang cukup elok yaitu Hana Sofiyana.
 Menurut cerita dari orang tua angkat saya, nama depan Hana berasal dari 2 huruf aksara jawa ha dan na. Sedangkan nama belakang Sofiyana diadopsi dari nama istri tokoh pendiri agama di desa tempat lahir saya yaitu Sopiyah. Orang tua saya berharap saya bisa menjadi seorang perempuan yang lembut, pintar mengaji dan juga kelak mendapatkan pasangan yang kuat agamanya. Amin ya robbal alamin. Banyak teman-teman saya yang menebak kalau arti nama saya adalah bunga. Mangapa demikian? Oh ternyata setelah saya mencari tahu, nama Hana dalam bahasa jepang artinya bunga. Wah sayangnya, waktu itu orang tuaku pasti tidak berfikir segitu jauh.
Saya sudah merasa cocok dengan itu, namun kadang tidak nyaman jika orang-orang memanggil saya Hana. Awalnya karena waktu saya duduk di bangku SMP, dalam satu kelas ada 2 anak yang bernama Hana. Untuk membedakan dengan teman saya, saya lebih suka dipanggil  Sofi. Namun, orang yang baru kenal biasa memanggil saya Hana. Kadang agak sedikit kesal namun mau tak mau itu tetap nama saya, jadi saya tetap harus merespon jika dipanggil.
            Keinginan untuk mengganti nama sejauh ini belum ada, namun saya ingin menambahkan nama belakang saya dengan Uclugh Beuuh. Mungkin sebagian orang menganggap nama ini berlebihan tapi ini nama panggilan saya waktu SMA. Teman-teman memanggil Uclugh karena secara tidak sengaja saya sering melakukan hal aneh di depan teman-teman. Uclugh merupakan julukan saya sebagai pribadi yang O’on, lincah dan lucu. Saya sering tidak nyambung dan terlambat berfikir terhadap apa yang sedang dibicarakan teman-teman ketika berkumpul. Saya juga sering diketawakan karena kelakuananeh saya. Namun justru saya merasa nyaman dengan julukan tersebut. Akhirnya nama itu saya tambahkan di nama belakang facebook saya. Wow, ternyata respon teman-teman saya sangat luar biasa. Setiap bertemu teman di jalan, mereka menyapa saya dengan julukan Uclugh. Yah, sekarang tidak hanya sahabat-sahabat dekat saya yang memanggil Uclugh tapi hampir semua orang memanggil saya uclugh. Panggilan itu berlanjut sampai saya kuliah sekarang. Bahkan ada beberapa dosen yang memanggil saya dengan nama itu. Namun saya malah merasa bangga dengan nama Uclugh. Walaupun kedengarannya agak sedikit aneh tapi nama itu sangat cocok dengan pribadi saya.
            Jadi, nama adalah doa atau harapan orang tua kepada anaknya. Orang tua memberi nama kepada anaknya pasti ada maksud tertentu. Selain itu, nama resmi maupun nama julukan pasti menggambarkan pribadi seseorang yang mempunyai nama tersebut. Namun, terbentuknya nama-nama itu berbeda. Kalau nama resmi cenderung akan membentuk suatu pribadi atau karakter diri sesuai nama itu. Sedangkan nama julukan biasanya terbentuk karena karakter diri yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.